Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Nakhoda dan Nelayan Diminta Waspada Jelang Natal dan Tahun Baru

Polda - Bid Humas

wadadaPolda Kep. Bangka Belitung, Bidang Hubungan Masyarakat,- Menjelang Natal dan Tahun Baru ini, aktivitas pelayaran di Selat Bangka mengalami peningkatan, karena para pemilik barang di Pulau Bangka dan Belitung memperbanyak pasokan serta stok kebutuhan pokok.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meminta nakhoda kapal dan nelayan mewaspadai perompakan di Perairan Selat Bangka. Khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2020 yang biasanya makin marak.
Menjelang Natal dan Tahun Baru ini, aktivitas pelayaran kapal mengalami peningkatan. Ini karena para pemilik barang di Pulau Bangka dan Belitung memperbanyak pasokan serta stok kebutuhan pokok, mengantisipasi permintaan masyarakat merayakan hari besar keagamaan umat Kristiani tersebut.
Dalam bulan ini, Dit Polair Polda Kepulauan Babel berhasil mengungkap dua kasus perompakan di Selat Bangka. Kejahatan perompakan ini sangat rawan terjadi di Selat Bangka karena berdekatan dengan Pulau Sumater. Diduga, para pelaku kejahatan di laut ini diduga orang-orang di pulau tersebut.
Kepolisian akan lebih mengintensifkan patroli di perairan rawan kejahatan perompakan ini untuk mencegah kejahatan ini di akhir tahun ini, mengingat aktivitas pelayaran kapal penumpang, barang, nelayan yang mengalami peningkatan.
Upaya antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan perlu dilakukan mengingat dalam beberapa hari terakhir cuaca buruk. Angin kencang, arus bawah laut yang kuat dan gelombang tinggi perlu diwaspadai oleh seluruh pengguna alat transportasi laut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang pun sudah mengimbau, nelayan tradisional mewaspadai musim angin utara yang menyebabkan gelombang laut mencapai 7 meter di sejumlah perairan di Provinsi Kepulauan Riau.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti Wira Kusuma, di Tanjungpinang, mengatakan, gelombang laut setinggi 4–7 meter terjadi di utara perairan Natuna dan Kepulauan Anambas.
"Dalam beberapa hari terakhir sudah memasuki musim angin utara. Gelombang laut sangat tinggi, disertai hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Nelayan yang menggunakan perahu atau kapal kecil sebaiknya tidak melaut. Nelayan juga harus mewaspadai hujan lebat yang disertai angin kencang.
Warga di pesisir juga harus mewaspadai angin puting beliung. Angin puting beliung tidak terpantau Satelit Himawari, namun potensial terjadi saat ada awan hitam yang berlapis.
Kondisi gelombang tinggi juga terjadi di sebelah timur Perairan Bintan, dan Kabupaten Lingga. Nelayan Bintan dan Lingga harus mewaspadai gelombang laut setinggi 3–4 meter.


 

Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian