Music Search Engine - Music Search Engine - Music Search Engine
  Visi Polda Babel : Tercapainya pelayanan kamtibmas yang prima, tegaknya hukum dan terwujudnya keamanan yang mantap di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta terjalinnya sinergi polisional yang proaktif dengan seluruh unsur dan komponen Pemerintah dan masyarakat

Polres Pangkalpinang Bersama TNI dan Pemkot Pangkalpinang Razia Lokalisasi

Polda - Bid Humas

PSK.jpg 88Polda Kep. Bangka Belitung. Bid Humas,- Dalam memberantas perdagangan wanita serta pemutusan rantai penyebaran Covid 19 do kota Pangkalpinang Ratusan pekerja seks komersial (PSK) dan 13 mucikari diamankan Tim Gabungan (Timgab) dari Kepolisian, TNI dan Pemkot Pangkalpinang saat melakukan razia di Lokalisasi Teluk Bayur, Kelurahan Pasir Putih, Sabtu (26/9/2020) malam.

Tim yang dipimpin Kabag Ops Polres Pangkalpinang, AKP Johan dan Sekda Kota Radmida Dawam ini menyisir satu persatu kafe remang-remang yang ada di lokalisasi tersebut.

Bahkan, tim juga mengecek satu-persatu ruangan kamar di lokasi. Dari penyisiran, tim berhasil menjaring 102 PSK termasuk 13 orang mucikari. Selanjutnya, mereka digelandang ke Mapolres Pangkalpinang dengan truk dalmas milik satuan sabhara.

Di Mapolres Pangkalpinang, para PSK dan mucikari didata petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pangkalpinang. Selain itu, pengelola kafe atau wisma diminta petugas untuk memulangkan PSK ke daerah asalnya.

“Kami berikan waktu sampai satu minggu, kepada pengelola kafe atau wisma dan mami atau papinya untuk memulangkan PSK ke daerah mereka masing- masing,” jelas Kabag OPS Polres Pangkalpinang AKP Johan Wahyudi kepada wartawan usai razia.

Johan menambahkan, apabila dalam waktu satu minggu pengelola melanggar kesepakatan yang sudah diberikan Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, pihaknya akan melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Kami akan melakukan tindakan tegas kalau masih buka dan masih bandel, kami kenakan KUHP atau undang-undang yang lain,” tegas Johan.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pangkalpinang, Radmida Dawan menyebutkan pihaknya telah mengeluarkan surat penutupan lokalisasi Teluk Bayur pada 29 April 2020 lalu. Sebelum penutupan, pemkot juga katanya telah melakukan sosialisasi kepada pengelola wisma atau kafe.

“Tadi ada ratusan orang terjaring dibawa ke polres, dikasih pengarahan dan peringatan. Kami juga memberikan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Samsuni Saleh dan Ustaz Zen,” ujar Radmida.

Dia mengatakan sejak 29 April 2020 lalu wisma-wisma di Lokalisasi Teluk Bayur sebenarnya harus ditutup sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

“Nah, ini melanggar perjanjian, kami sudah sosialisasikan agar tempat ini akan ditutup. Apabila ini dilanggar kembali, maka akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku,” kata Radmida.


 

Layanan Kiriman Berita

Tidak ingin ketinggalan informasi Polda Babel ?
thumbsup
Setiap ada artikel baru, otomatis dikirimkan ke email Anda. Daftarkan email anda sekarang, lalu aktifkan melalui email Anda, GRATIS

Delivered by FeedBurner

Pencarian